Cara membuat artikel dengan bantuan Google Chrome

By in :

Halo saat ini saya akan mencoba untuk membuat sebuah artikel dengan bantuan voice to text  voice to text bisa di download di browser Chrome dengan cara menuju menu more tools dan extension, Setelah itu kamu bisa gunakan tombol pencarian ketik aplikasi yang akan didownload yaitu voice to text dari hasil pencarian temukan aplikasi voice to text yang akan digunakan dalam browser Chrome anda klik install atau add to Chrome.

Aplikasi ini sangat mudah digunakan karena menggunakan hanya dengan browser Chrome dengan mic yang  terdapat pada web cam atau bisa gunakan mic pada laptop anda,untuk dapat memperlihatkan mudahnya membuat sebuah artikel saya akan mencoba Menulis artikel ini menggunakan voice to text, Saya lihat suara yang saya keluarkan menghasilkan tulisan yang jelas pada halaman artikel saya karena saat ini saya menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama dalam aplikasi, pengaturan kata diperlukan apabila memang suara yang saya keluarkan tidak bisa dikenali oleh aplikasi voice to text, namun kalau diukur dengan 100% saya kira aplikasi ini bisa mengenali suara dengan tingkat keakuratan sebesar 95% jadi anda hanya membutuhkan 5% untuk mengedit teks yang akan anda gunakan.

Namun bagi Anda yang memang sedang belajar untuk membuat artikel aplikasi ini memang diperlukan karena dengan aplikasi ini penulisan artikel menjadi lebih cepat,  keuntungan dalam aplikasi Line untuk membuat sebuah artikel anda akan terhindar dari typo atau kesalahan penulisan kata sehingga hasil yang akan atau anda inginkan dalam sebuah artikel sesuai dengan keinginan.

Walaupun aplikasi voice to text ini sudah ditambahkan pada browser Chrome anda Namun sepertinya mengacu pada situs speechtexter.Com  karena saat saya buka aplikasi ini pada browser Chrome saya di halaman  situs  menampilkan nama domain tersebut. tampilan aplikasi pun tidak terlalu rumit dengan area artikel sebelah tengah pengaturan file sebelah kiri atas dan pengaturan bahasa di sebelah kanan atas untuk menjalankannya Anda cukup klik pada  tombol play sebelah kiri atas dan setelah menyelesaikannya Anda bisa Klik kembali tombol stop.

Sekian pengalaman saya Menulis artikel dengan bantuan voice to text dari speaktexter.Com dan aplikasi ini berhasil  untuk membuatkan saya sebuah artikel dengan jumlah kata sebanyak 350 kata dalam waktu 5 menit, mudahkan!!

Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda!!

 

Trend yang Memicu Industri Fintech di Indonesia

By in :

Berkembangnya teknologi informasi di era internet ini ternyata berpengaruh besar terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Tidak hanya bisnis jual beli online atau e-commerce, sekarang orang juga sudah mulai mengenal fintech (financial technology) dan menggunakannya dalam berbagai bidang kehidupan.

Fintech merupakan industri keuangan berbasis teknologi yang memungkinkan masyarakat untuk mengakses berbagai produk atau layanan keuangan secara lebih praktis dan mudah. Di Indonesia sendiri, industri fintech lebih didominasi oleh perusahaan startup ternama dengan potensi yang cukup besar.

Inovasi keuangan berbasis digital semacam ini tidak hanya menawarkan solusi brilian untuk konsumen, tetapi juga meningkatkan potensi ekonomi suatu negara. Makin maraknya fintech di Indonesia umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:

 

  • Perkembangan Teknologi Informasi

Perkembangan teknologi informasi menjadi alasan semakin maraknya tren fintech di Indonesia. Kian banyaknya startup, e-commerce, dan industri online lain tentu ikut memicu semakin tingginya permintaan akan layanan fintech.

  • Kondisi Geografis

Sebagai negara kepulauan yang tiap daerahnya terpisah jarak cukup jauh, tentu diperlukan teknologi yang mumpuni untuk mempermudah segala urusan finansial tanpa kendala waktu dan jarak. Di sini, fintech hadir menawarkan kepraktisan bertransaksi dengan akses tak terbatas.

  • Pesatnya Pertumbuhan Kelas Menengah

 Makin banyaknya jumlah kelas menengah ternyata ikut berpengaruh terhadap majunya industri fintech di Tanah Air. Kalangan menengah (terutama generasi muda) yang sudah mengenal internet dengan segala kecanggihannya sudah pasti membutuhkan digital assistance yang mumpuni dan siap mendukung aktivitas sehari-harinya dalam hal keuangan, baik urusan personal maupun pekerjaan.

  • Praktis dan Fleksibel

Financial technology menawarkan pengalaman berbisnis yang tidak hanya mudah, tetapi juga praktis dan fleksibel. Kelebihan-kelebihan inilah yang tidak akan kamu temukan pada layanan keuangan konvensional. Wajar kalau fintech sangat menggiurkan bagi para pebisnis muda yang ingin mulai bergerak di industri teknologi.

  • Startup Baru

Dibadingkan dengan e-commerce atau startup berbasis layanan konsumen lain, fintech terbilang masih baru sehingga belum terlalu banyak pesaing yang bergelut di bidang ini. Nah, poin ini tentu bisa jadi peluang emas buatmu yang ingin merintis usaha di bidang serupa.

  • Kerja Sama Pemerintah dan Pebisnis

Tidak hanya masyarakat sipil, fintech juga sudah mulai digunakan di banyak instansi pemerintah. Langkah ini merupakan salah satu bentuk promosi dari Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) Indonesia untuk makin memajukan industri keuangan digital.

Apa yang Bisa Fintech Tawarkan?

Industri fintech menawarkan kemudahan dalam berbagai layanan finansial, mulai dari pembayaran tagihan atau cicilan, peminjaman uang (lending), jasa perencanaan keuangan (financial assistance), investasi, penggalangan dana (crowdfunding), remitansi, bantuan riset finansial, dan layanan transaksi keuangan elektronik lainnya.

Masa Depan Industri Fintech di Indonesia

Industri financial technology di Indonesia diprediksi akan semakin berkembang pesat seiring makin canggihnya teknologi informasi. Hal ini tentu akan jadi sesuatu yang kompetitif bagi pelaku usaha di bidang terkait. Selain terus meningkatkan pengetahuan tentang literasi keuangan, hal lain yang tak kalah penting jika kamu ingin sukses dalam industri ini adalah membangun branding usaha seprofesional mungkin.

Membangun personal branding sebuah startup bisa dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya adalah dengan membuat website bisnis dengan fitur lengkap dan tampilan yang menarik. Tak perlu khawatir jika kamu tidak punya cukup waktu untuk duduk di depan komputer demi mengurus segala keperluan yang berhubungan dengan website perusahaan, sebab ada Jakhoster.com yang siap membantu.

Jakarta Hosting Center atau Jakhoster merupakan perusahaan yang melayani pembuatan domain dan hosting untuk berbagai startup. Kami menawarkan produk dengan fitur lengkap, kualitas yang jauh lebih baik, serta harga yang lebih murah dibandingkan yang lainnya.

Adapun produk yang ditawarkan Jakhoster di antaranya: pendaftaran domain, server, sertifikat SSL (Secure Socket Layer), penyewaan server web, serta paket hosting dengan berbagai pilihan sesuai kebutuhanmu. Nah, ingin startup fintech-mu sukses besar? Mulailah dengan memercayakan segala kebutuhan hosting-mu pada Jakhoster!

 

4 Langkah Sukses Membangun Startup di Indonesia

By in :

Teknologi informasi punya andil besar terhadap kemajuan masyarakat di berbagai belahan dunia. Selain menjadi sarana sosial penghubung satu sama lain, internet juga mempermudah urusan manusia di berbagai bidang kehidupan tanpa kendala jarak dan waktu. Salah satu dampak positif internet adalah makin pesatnya angka pertumbuhan ekonomi, seiring dengan makin banyaknya bisnis berbasis digital seperti startup dan e-commerce.

Dibandingkan dengan bisnis konvensional, startup memang lebih menjanjikan—terutama buat generasi muda yang sehari-hari akrab dengan gawai dan internet. Nah, sebelum mantap menceburkan diri ke bidang usaha virtual semacam ini, ada baiknya kamu memperhatikan langkah-langkah sukses membangun startup di Indonesia berikut.

  1. Kombinasi Passion dan Survei

Memulai usaha dengan modal passion saja ternyata tidak cukup, lho. Ada aspek lain yang harus dipertimbangkan baik-baik agar bisnismu sukses dan tetap bertahan, yaitu kondisi dan selera pasar. Misalnya, kamu hobi ngegame, dan ingin mengembangkan usaha digital di bidang tersebut, maka kamu wajib melakukan survei pasar untuk melihat minat dan selera calon konsumen.

Survei bisa dilakukan dengan berbagai cara, kok, mulai dari diskusi, nongkrong bareng teman-teman, membaca referensi update di internet yang berkaitan dengan bidang usaha yang akan dijalankan. Cara ini terbilang efektif dan menghindarkanmu dari kegagalan akibat “membeli kucing dalam karung” di awal merintis usaha.

  1. Rancang Konsep Startup dan Manajemen

Setelah menentukan bidang usaha yang akan dijalankan, langkah berikutnya adalah merancang manajemen dan konsep startup secara detail. Tentukan siapa yang akan menjadi penanggung jawab di masing-masing bagian.

Bangun juga konsep startup secara jelas. Misalnya, kamu akan membangun aplikasi atau situs khusus kuliner, maka hal-hal yang wajib dimasukkan dalam fitur di antaranya: informasi seputar makanan, alamat resto/rumah makan, review konsumen, dan semacamnya.

Lengkap tidaknya informasi dan fitur dalam sebuah website atau aplikasi akan ikut menentukan kesuksesan usaha startup yang kamu bangun, lho. Jadi, sebelum diluncurkan, bangun konsep dengan jelas dan matang, ya!

  1. Bergabung di Forum-Forum Startup

Bergabung di forum startup atau usaha digital sejenis tidak hanya akan membuat pengetahuanmu seputar startup bertambah, tetapi juga memperluas jaringan. Tak jarang komunitas pebisnis startup memberikan program inkubasi (pembinaan) secara gratis buat para pebisnis pemula.

Dari sini kamu bisa belajar mengenai seluk-beluk dan langkah-langkah mendirikan usaha startup di Indonesia. Kalau beruntung, kamu bahkan bisa dicarikan investor, lho! Jika masih bingung memulai, cobalah sering-sering berkunjung ke situs techinasia yang merupakan komunitas global pengusaha startup se-Asia.

  1. Menguasai Teknologi Informasi

Namanya saja berbisnis secara digital, tentu kamu harus punya kemampuan di bidang teknologi informasi. Tidak hanya dalam proses awal pembuatan startup, teknologi informasi yang memadai juga diperlukan sepanjang bisnis dijalankan. Coba pikirkan, bagaimana sebuah usaha akan maju jika pemiliknya saja tidak menguasai apa yang sedang ditanganinya?

Tenang saja, kamu tidak perlu menjadi seorang software engineer profesional untuk memulai bisnis startup. Namun, sekurang-kurangnya kamu paham cara kerja internet. Untuk urusan membuat dan merawat web/aplikasi bisnis, kamu masih bisa menyewa jasa ahli IT. Sekarang sudah banyak, kok, penyedia layanan membuat website yang siap membantu kamu dari awal sampai akhir proses, salah satunya adalah Jakhoster alias Jakarta Hosting Center.

Sekilas Tentang Jakarta Hosting Center

Jakarta Hosting Center merupakan perusahaan yang menyediakan layanan pembuatan hosting dan domain murah di Indonesia. Selain menawarkan layanan dan fitur berkualitas dengan harga yang terjangkau, kami juga memiliki beberapa produk yang sangat direkomendasikan untuk para pegiat dan pebisnis startup, seperti pendaftaran domain, hosting, SSL (Secure Socket Layer), sewa server website, dan sebagainya yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing konsumen.

Soal profesionalitas, Jakhoster sudah dipercaya ratusan klien dari berbagai penjuru Indonesia untuk menangani dan mengelola lebih dari 6.300 domain/website. Nah, kamu yang sedang berencana merintis usaha startup, tetapi masih bingung mau memulai dari mana, percayakan saja semua pada Jakhoster!

5 Aplikasi Fintech Paling Populer di Indonesia

By in :

Fintech atau financial technology merupakan salah satu sektor usaha startup yang sedang sangat digemari sebagian besar masyarakat Indonesia. Layanan keuangan berbasis digital ini memungkinkan siapa saja untuk mengakses segala macam transaksi finansial secara lebih sederhana dan praktis tanpa kendala waktu dan jarak.

Pemanfaatan teknologi informasi adalah salah satu ciri fintech. Kemudahan inilah yang membuat fintech makin terkenal di kalangan masyarakat, terutama generasi muda yang kesehariannya akrab dengan internet. Lalu, apa saja, sih, aplikasi fintech yang paling populer di kalangan masyarakat Indonesia?

  1. Kitabisa.com

 

Kamu tentu sudah tidak asing lagi dengan nama yang satu ini, kan? Kitabisa.com merupakan salah satu fintech paling terkenal di Indonesia. Platform crowdfunding online pertama di Tanah Air ini memungkinkan siapa saja untuk menggalang dana atau melakukan kampanye sosial secara terbuka.

Tidak hanya populer, Kitabisa juga berhasil menuai kesuksesan di usianya yang terbilang masih baru. Alfatih Timur, CEO Kitabisa, bahkan menyatakan pada tahun 2016 lalu fintech ini berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp60 miliar dari 3.000-an kampanye sosial. Dana yang terkumpul dari penggalangan dana lewat Kitabisa tidak hanya disalurkan pada ranah lokal, lho, tetapi juga internasional!

  1. Bareksa.com

Bareksa.com menempati urutan kedua aplikasi fintech yang paling populer di Indonesia. Seperti namanya, industri teknologi finansial ini memiliki layanan dan berbagai macam produk reksadana, seperti yang biasa ditemukan pada bank-bank konvensional.

Aplikasi Bareksa didesain dengan fitur yang mudah dan canggih, sehingga semakin memudahkanmu dalam mengetahui informasi seputar produk reksadana, info saham dan obligasi, serta layanan investasi lain secara lebih detail. Bahkan, manajemen investasinya pun disusun sesuai dengan kebutuhan masing-masing pengguna.

Bareksa.com juga menjadi startup fintech yang secara resmi mendapat izin dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) untuk menjual efek reksadana. Lewat gebrakan tersebut, Bareksa ingin membuktikan kepada masyarakat kalau kunci utama sukses sebuah startup adalah kualitas.

  1. Go-Pay


Kamu yang sering memakai jasa transportasi online pasti tidak asing lagi dengan aplikasi fintech yang satu ini, kan? Ya, Go-Pay merupakan 1 dari 10 startup di bidang keuangan elektronik yang sukses merebut hati masyarakat Indonesia.

Tidak hanya membayar ongkos transportasi, aplikasi yang awalnya bernama Go-Jek Credit ini memungkinkan setiap pemakainya menggunakan Go-Pay untuk berbagai keperluan finansial lain, seperti membeli makanan, membayar tagihan pulsa telepon atau listrik, dan layanan e-money lainnya.

Berbarengan dengan masuknya jasa angkutan online di kota-kota kecil, layanan Go-Pay pun kini sudah banyak dipakai masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.

  1. CekAja.com

 

Aplikasi fintech terpopuler di Indonesia yang selanjutnya adalah CekAja. Startup yang merupakan anak perusahaan dari Grup C88 Financial Technologies asal Malaysia ini menyediakan berbagai layanan keuangan digital yang bisa diakses berbagai kalangan, seperti KPR (Kredit Pemilikan Rumah), kredit kendaraan bermotor, dan lain sebagainya.

CekAja.com punya fitur kartu kredit yang siap memberikan informasi ter-update untukmu seputar layanan finansial kapan saja. Selain diawasi OJK, Fintech Indonesia, dan Bank Indonesia, startup tersebut juga sudah bekerja sama dengan berbagai bank besar seperti Citibank, Permata Bank, dan Bank Commonwealth.

  1. DOKU

Merupakan fintech yang sangat terkenal dan cukup senior di Indonesia. Berdiri pada tahun 2007, aplikasi ini memungkinkan pebisnis dan konsumen untuk menikmati beragam layanan keuangan dengan fitur yang user-friendly.

Tidak hanya menyediakan fitur terima dan kirim tagihan, DOKU juga membantumu mengontrol jumlah pengeluaran dengan memisahkannya menjadi 2 kategori: uang belanja dan tabungan (yang bisa disimpan di deposito atau tabungan berjangka masing-masing user). Aplikasi ini sangat cocok untuk kamu yang hobi belanja online.

Kesuksesan Fintech dan Dukungan Teknologi Informasi

Kesuksesan yang diraih perusahaan atau aplikasi fintech populer di Indonesia tentu tidak lepas dari peran teknologi informasi. Membangun website startup dengan profesional adalah langkah awal yang harus dilakukan jika kamu ingin sukses di bidang ini.

Yuk, mulai rintis perusahaan fintech-mu sekarang juga!